Featured Article

Minggu, 31 Oktober 2010

SEJARAH PUASA

Oleh: M. Luthfi Thomafi
Departemen Tafsir, Universitas Al-Azhar, Mesir; Dewan Asatidz Pesantren Virtual
Salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang paling terkenal tentang rukun Islam adalah yang berbunyi : Islam didirikan atas 5 [perkara], [1] Bersyahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT dan bahwasanya Muhammad adalah utusan-Nya, [2] Mendirikan shalat, [3] Menunaikan zakat, [4] Berpuasa di bulan Ramadlân, dan [5] Melaksanakan haji bagi yang mampu. Hadits tersebut sangat populer di kalangan muslim karena menjadi tiang atau dasar bagi sendi-sendi syariat Islam. Selain karena menjadi tiang, alasan kepopuleran lainnya adalah karena Nabi Muhammad SAW menjelaskan rukun-rukun itu ketika malaikat Jibrîl yang menjelma menjadi seorang pemuda menanyakannya.

Kata Ramadlân berasal dari akar kata dasar r-m-dl, atau ra-mi-dla yang berarti “panas” atau “panas yang menyengat”. Kata itu berkembang –sebagaimana biasa terjadi dalam struktur bahasa Arab– dan bisa diartikan “menjadi panas, atau sangat panas”, atau dimaknai “hampir membakar”. Jika orang Arab mengatakan Qad Ramidla Yaumunâ, maka itu berarti “hari telah menjadi sangat panas”. Ar-Ramadlu juga bisa diartikan “panas yang diakibatkan sinar matahari”. Ada pendapat yang menyatakan bahwa Ramadlân adalah salah satu nama Allah SWT. Tetapi, penulis merasa pendapat ini lemah karena tidak memiliki argumentasi literal.

ARTI SAHABAT

"Sahabat adalah madu kehidupan, pelita dalam kegelapan, angin dalam kepanasan, air dalam kehausan"

RAMADHAN


 
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (al-Baqarah [2]: 183)
Ramadahan, yang terkenal sebagai bulan suci dan disucikan pada hakekatnya adalah momentum pembebasan. Kehadirannya selalu disambut dengan gegap gempita oleh umat Islam seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Berbagai acara dipersiapkan untuk menyambut datangnya tamu agung ini. Mulai dari masjid-masjid, pesantren-pesantren, kuburan-kuburan sampai acara di TV-TV penuh dengan nuansa religius. Meskipun begitu, sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas acara tersebut, pada hakekatnya, hanya sebatas permainan citra (image) dan tanda (sign) belaka. Sehingga makna puasa sebagai kekuatan pembebas (liberating power) dari berbagai penjajahan kurang begitu bergaung.

Popular Posts

PUTM PEDULI

PUTM pada hari Jum'at, 5 November tepat pukul 08.00 wib mengirimkan tim pertamanya untuk membantu di stadion Maguwoharjo dengan membawa sebagian bantuan dari donatur yang memberi amanah kepada PUTM PEDULI untuk disalurkan ke para pengungsi. Tim terdiri dari Budi Jaya Putra, Riduan, Syafi'i, Fikri Noor M, Hudzaifaturrahman, Syahrul Romadhan, M. Faiz Rofdi, Mad Rois.

PUTM PEDULI

PUTM PEDULI
TIM PUTM PEDULI mengunjungi salah satu tempat bencana merapi sungai kali kuning yang tertutup lahar dingin sedalam 7 meter
Diberdayakan oleh Blogger.

Road Show Majelis Tarjih PP Muhammadiyah Dan PUTM

Road Show Majelis Tarjih PP Muhammadiyah Dan PUTM
TIM PUTM Berfoto Bersama Dengan Pengurus PonPes Modern Gontor Saat Silaturrahim Di PonPes Modern Gontor Ponorogo

PUTM PEDULI

PUTM PEDULI
SEBAGIAN DARI BANTUAN PUTM PEDULI YANG DIBERIKAN PADA PARA PENGUNGSI MERAPI

Mengenai Saya

Pemuda kelahiran 81 di Prabumulih adalah alumni MAN Prabumulih, PUTM PP Muhammadiyah dan UAD Jurusan Tafsir Hadis.

Pengikut